Mengenal Sighot Tabarri, Tamrid, I’tirodl dan Jawab

Sighot Tabarri

Sighot Tabarri adalah sighot (bentuk ta’bir) yang lazimnya difungsikan untuk menunjukkan lepas tangannya pengutip atau penukil dari pendapat yang dikutip. Dengan demikian pengutip tidak ikut campur atau tidak setuju terhadap ketetapan hukum yang disebutkan pada sighot tabarri dan pada umumnya pengutip langsung menegaskan mengenai dloifnya pendapat tersebut. Hal ini secara tidak langsung menganggap mu’tamad terhadap muqobilnya (lawannya) kalau memang ada muqobilnya. Namun ada juga sighot tabarri yang tidak disertai penjelasan mengenai dloifnya pendapat yang dikutip (dimutlakan). Dengan demikian pendapat tersebut belum jelas status kuat dan lemahnya. Oleh karena itu para ulama’ berbeda pendapat untuk menafsirkan muqobilnya.

Al-Aulaji menyatakan bahwa muqobilnya sighot tabarri adalah mu’tamad, karena pada umumnya sighot tabarri digunakan untuk mengutip pendapat yang dlo’if. Dilain pihak, Al-Kurdi memilih tawaqquf (tidak berkomentar) dalam arti pendapat yang dikutip perlu diteliti lebih cermat lagi dengan merujuk kembali pada kitab-kitab yang lain.
Bentuk-bentuk sighot tabrri ialah:
1. كذا قاله فلان
2. كذا في التحفة
3. هذا كلام فلان
4. وكذا قالوه
5. وقع لفلان كذا
6. على ما اقتضى كلامهم
7. على ماقاله فلان
8. على ما شمله كلامهم
Tidak selamanya sighot tabarri menunjukkan terhadap lemahnya pendapat, terkadang sighot tabarri juga digunakan untuk menampilakan pendapat yang kuat, namun hal ini jarang terjadi.

Sighot Tamrid Dan I’tirodl
Sighot Tamridl adalah bentuk ta’bir yang digunakan untuk mengungkapkan pendapat yang lemah atau sangat lemah ataupun menunjukkan pendapat yang kuat atau sangat kuat namun masih punya celah-celah kelemahan dari sudut pandang tertentu.
Bentuk-bentuk sighot Tamridl ialah:
1. ولقائل كذا. Diucapkan untuk qoul yang lemah
2. وان قيل. Diucapkan untuk qoul yang lemah
3. وقد يقال. Diucapkan untuk qoul yang lemah
4. لا يعبد. Diucapkan untuk qoul yang lemah
5. كذا لا يردّ. Diucapkan untuk qoul yang tidak bisa ditolak menurut persangkaan orang yang menentang
6. فيه بحث. Diucapkan untuk qoul yang kuat yang masih perlu ditinjau kembali baik jawaban yang dikemukakan memuaskan (tahqiq) atau tidak
7. ويمكن كذا. Diucapkan untuk qoul yang lemah
8. وقد يقال كذا. Diucapkan untuk qoul yang sangat lemah
9. فيه نظر. Diucapkan untuk qoul yang tidak bisa dipakai (fasid)
Hampir semua sighot tamridl di atas bisa juga difungsikan untuk sighot i’tirodl (menentang) kecuali لايعبد  dan ويمكن  khusus untuk sighot tamridl saja.


Sighot Jawab
Sighot Jawab adalah bentuk ta’bir yang dikemas dalam bentuk tanya jawab dengan tujuan supaya lebih mudah dicerna oleh pembaca dan sekaligus dapat diketahui latar belakang dari permasalahan yang ada. Sighot tersebut dimunculkan untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dianggap isykal (masih janggal) oleh pengutip ataupun komentator (Muhsyi atau Syarih).
Bentuk-bentuk Sighot Jawab ialah:
1. Jika pertanyaan dianggap cukup kuat untuk mempertanyakan keabsahan hukum yang dimuat pada ta’bir sebelumnya, maka akan digunakan sighot soal ولقائل كذا . Adapun jawabanya yaitu تقول كذا /اقول
2. Jika pertanyaan yang diajukan tidak begitu kuat (lemah) untuk menanyakan keabsahan hukum yang dipaparkan pada ta’bir sebelumnya, maka digunakan sighot soal فإن قلت dan akan dijawab dengan  قلت /قلنا . Menurut sebagian ulama’, فإن قلت digunakan untuk pertanyaan yang mudah atau ringan. Sedangkan وإن قلت digunakan untuk pertanyaan yang sulit atau berat. Untuk sighot yang lain sebenarnya masih banyak, seperti ولك ان تجب, يمكن ان يجاب

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Sighot Tabarri, Tamrid, I’tirodl dan Jawab"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel