Kunci Agar Terfutuh Atau Terbukanya Ilmu

Kunci Agar Terfutuh Atau Terbukanya Ilmu

Dosen Universitas al Ahgaff Yaman Dr. Alawi Abdul Qodir al Idrus memberi nasihat-nasihat penting. Ada 7 hal penting yang beliau kemukakan, dalam mencapai futuh atau terbukanya ilmu bagi penuntut ilmu khususnya para santri. Pertama yaitu seorang thalibul ‘ilmi harus benar-benar memanfaatkan waktunya dengan baik dan bisa ber-istifadah sebanyak mungkin dari waktu yang dia lewati. Jangan sampai dalam perjalanan menuntut ilmu, seorang murid malah mudah menyia-nyiakan waktunya atau menghabiskannya dengan hal yang sia-sia dan tidak manfaat. Beliaupun menceritakan rihlah ‘ilmiyah Imam Syafii, yang kalau diceritakan di sini sangaat panjang sekali. Mungkin sangat lebih baik kalau bisa membaca dari kitab karya beliau langsung. Kedua yaitu seorang murid seyogyanya mengikat ilmu mereka dengan menulisnya. Jangan sampai menghadiri majlis ilmu tanpa membawa buku dan pulpen, atau tidak mencatatnya. Dan menurut beliau itu adalah hal yang sangat buruk apabila dilakukan oleh seorang murid (menghadiri majlis ilmu dan tidak membawa buku atau tidak mencatatnya). 

Dawuh beliau:
من حضر مجلس العلم بلا كتاب فهو كشخص دخل الحرب بلا سلاح
“Barangsiapa yang menghadiri ilmu tanpa membawa buku, maka ia bagaikan orang yang pergi perang tanpa membawa senjata.”
Dikatakan juga bahwa ilmu itu tidak cukup hanya dihafal, kaena hafalan akan mudah hilang. Maka hendaknya ia pun ditulis. Sebagaimana kalam ulama’ yang mengatakan:
إن ما حفظ فر وما كتب قر
“Sesungguhnya sesuatu yang dihafal itu akan lari dan sesuatu yang ditulis akan tetap.”

Ketiga ialah seorang murid harus senantiasa bersabar untuk segala yang dihadapi saat proses mencari ilmu. Segala kekurangan, kesulitan, keterbatasan, itu semua adalah bagian dari perjuangan dan kesungguhan sebagai bentuk kontribusi kita terhadap ilmu itu sendiri. Dan saat belajar pula, pesan beliau, jangan sampai gampang terbawa dengan keadaan. Artinya saat sedang malas, jangan diikuti. Saat teman-teman di sekitar bersantai-santai, kita tetap harus fokus dalam belajar tersebut. 

Keempat, seorang murid harus senantiasa mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya. Karena apabila sudah mengetahui tapi tidak mengamalkannya, seperti kita sudah tahu bahwa hukum berbohong itu haram tapi tetap melakukan kebohongan, sudah tahu kalau shalat itu wajib tapi tetap tidak melakukannya, maka orang seperti itu tidak ada bedanya dengan orang bodoh, atau bahkan ia lebih buruk. Karena orang yang mengetahui tapi tidak mengamalkan, lebih dekat kepada siksa Allah swt daripada orang bodoh. Dan buah dari ilmu itu sendiri adalah amal. Jadi sudah seharusnya setelah mengetahui kita mengamalkannya agar bisa mengambil manfaat dari ilmu itu sendiri. Sebagaimana yag disebutkan dalam sebuah maqalah arab:
العلم بلا عمل كشجرة بلا ثمر
“Ilmu tanpa amal adalah bagaikan pohon tanpa buah.”


Kelima, seorang murid hendaknya memiliki adab yang tinggi kepada ilmu itu sendiri. Bagaimana cara beradab yang baik terhadap ilmu? Contohnya adalah seperti tidak berbicara di tengah majlis ilmu, tidak bercanda, tidak tertawa, mencatat ilmu yang didengarkan, dan mengamalkan ilmu itu juga termasuk dalam adab terhadap ilmu.

Keenam, beradab yang baik terhadap ahli ilmu atau guru. Karena beliau merupakan sebab seseorang dalam menghasilkan ilmu. Allah swt menjadikan guru sebagai perantara seorang murid dalam mendapatkan ilmu. Maka jangan sampai tidak memperhatikan adab kepada para guru dan juga ulama.
Banyak kisah-kisah panutan mulai dari zaman sahabat Nabi sampai ulama salaf yang terkenal dengan kehormatan dan ta’dzim yang tinggi kepada guru beliau. Salah satunya adala kisah Imam Syafii yang tidak berani membalik kertas saat sedang muhadharah dengan guru beliau, Imam Malik, karena takut itu akan mengganggu beliau. Setelah itu, murid-murid Imam Syafii pun tidak kalah ta’dzim kepada beliau. Salah satu murid diceritakan, tidak berani minum apabila Imam Syafii sedang melihatnya.
Terakhir, yang tidak boleh dilupakan, adalah terus berdoa kepada Allah swt. 

Pesan beliau, setelah melakukan segala asbab atau sebab-sebab dalam mendapatkan ilmu, hal yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa, memohon kepada Dzat Yang memiliki sebab-sebab tersebut, yaitu Allah swt. 

Belum ada Komentar untuk "Kunci Agar Terfutuh Atau Terbukanya Ilmu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel