Seputar Aqiqah

Seputar Aqiqah
Pengertian Aqiqah
Aqiqah adalah hewan yang disembelih sebagai tebusan bayi yang tergadaikan. Penyembelihan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi bersamaan dengan memotong rambut dan memberi nama pada anak.
Hukum Aqiqah 
Aqiqah adalah sunnah bagi orang tua yang mampu atau bagi orang yang semasa kecilnya belum diaqiqahi oleh orang tuanya. Mengingat aqiqah hukumnya adalah sunnah, maka bagi orang tua tidak usah memaksakan diri untuk meng-aqiqahi anaknya kalau memang tidak mampu.
Jumlah Hewan Aqiqah
Untuk jumlah hewan aqiqah pada dasarnya yang dianggap cukup untuk meng-aqiqahi anak yaitu satu kambing. Namun sunnah nya adalah dua kambing untuk anak laki-laki dan satu kambing untuk anak perempuan.
Syarat Hewan Aqiqah
Hewan yang digunakan untuk aqiqah banyak memiliki kesamaan dengan hewan yang digunakan untuk qurban. Seperti halnya hewan yang bisa dibuat aqiqah meliputi kambing, domba, sapi, dan unta.
Dari segi umur, hewan aqiqah disyaratkan sebagai berikut:
1.kambing minimal berumur 2 tahun
2.domba minimal 1 tahun atau sudah ganti gigi
3.sapi minimal berumur 2 tahun
4.unta minimal berumur 5 tahun
Dari segi fisik, hewan aqiqah disyaratkan harus:
1.sehat
2.gemuk
3.tidak cacat, seperti tidak rusak matanya, tidak sakit, tidak pincang kakinya, dan tidak terlalu kurus.
Berikut di bawah ini do’a dan niat seputar aqiqah.
Saat menyembelih hewan aqiqah disunnahkan niat sebagai berikut:
بِسْمِ اللّهِ وَاللّهُ اَكْبَرُ اللّهُمَّ هذَا مِنْكَ وَاِلَيْكَ اللّهُمَّ هذِهِ عَقِيْقَةُ (....)
“Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya (sebutkan nama bayi)”

Do’a menyembelih hewan aqiqah adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرّحِيْمِ اللّهمَّ صَلّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى الِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللّهُمَّ رَبِّي اِنَّ هذِهِ عَقِيْقَةُ ....دَمُّهَا بِدَمّهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ اللّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ..... مِنَ النَّارِ
Titik-titik yang di atas diisi dengan nama anak yang diaqiqahi.
Doa ketika mencukur bayi:

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَللهم نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَنُوْرُالشَّمْسِ وَالْقَمَرِ, اللهم سِرُّ اللهِ نُوْرُ النُّبُوَّةِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 
Doa meniup ubun-ubun bayi setelah dicukur:
 اللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ 
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan untuk dia dan keluarganya dari setan yang terkutuk.”

Doa walimah al-‘Aqiqah:
 اللهم احْفَظْهُ مِنْ شَرِّالْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَأُمِّ الصِّبْيَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَالْعِصْيَانِ وَاحْرِسْهُ بِحَضَانَتِكَ وَكَفَالَتِكَ الْمَحْمُوْدَةِ وَبِدَوَامِ عِنَايَتِكَ وَرِعَايَتِكَ أَلنَّافِذَةِ نُقَدِّمُ بِهَا عَلَى الْقِيَامِ بِمَا كَلَّفْتَنَا مِنْ حُقُوْقِ رُبُوْبِيَّتِكَ الْكَرِيْمَةِ نَدَبْتَنَا إِلَيْهِ فِيْمَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ خَلْقِكَ مِنْ مَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ وَأَطْيَبُ مَا فَضَّلْتَنَا مِنَ الْأَرْزَاقِ اللهم اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ وَلَا تَجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ الشَّرِ وَالضَّيْرِ وَ الظُّلْمِ وَالطُّغْيَانِ 
“Ya Allah, jagalah dia (bayi) dari kejelekan jin, manusia ummi shibyan, serta segala kejelekan dan maksiat. Jagalah dia dengan penjagaan dan tanggungan-Mu yang terpuji, dengan perawatan dan perlindunganmu yang lestari. Dengan hal tersebut aku mampu melaksanakan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak-hak ketuhanan yang mulia. Hiasi dia dengan apa yang ada diantara kami dan makhluk-Mu, yakni akhlak mulia dan anugerah yang paling indah. Ya Allah, jadikan kami dan mereka sebagai ahli ilmu, ahli kebaikan, dan ahli Al-Qur’an. Jangan kau jadikan kami dan mereka sebagai ahli kejelekan, keburukan, aniaya, dan tercela.”


Belum ada Komentar untuk "Seputar Aqiqah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel